Subscribe
Follow

Girl, Stop Apologizing!

Halo!

Pada postingan perdana 2019  ini  (wadaw lamanya!), saya mau menulis review buku. Buku yang akan diangkat adalah sebuah buku popular yang sangat relevan untuk masa kini. Terlebih, untuk bulan ini, pada tanggal 21 April kemarin, bangsa ini memperingatinya sebagai Hari Kartini, yang ditetapkan bersamaan dengan lahirnya RA Kartini, seorang pelopor kebangkitan wanita pribumi.

Buku yang direview kali ini berjudul: Girl, Stop Apologizing: A Shame-Free Plan for Embracing and Achieving Your Goals(2019). Pas sekali kan dengan bulan April yang identic dengan hari Kartini?

Buku ini ditulis oleh seorang  entrepreneur, influencer dan tentu saja seorang penulis best seller yang bernama Rachel Hollis. Buku ini adalah sebuah buku self help yang membantu wanita mencapai mimpinya. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman Hollis menjadi pengusaha dari bisnis yang dimulainya dari NOL. Menurutnya, dengan mindset yang tepat dan ketrampilan yang dipelajari, setiap wanita akan dapat menciptakan hidup yang merefleksikan keunikan, nilai, dan keinginannya. Namun sayangnya, banyak wanita yang akhirnya tidak membuat impian itu menjadi nyata, dengan berbagi alasan. Mulai dari memikirkan pendapat orang tentang ambisi yang dimiliki, merasa tidak mau menjadi orang tua yang baik karena nantinya harus sibuk dan tidak banyak waktu mengurus anak, merasa tidak punya waktu, dan bahkan tidak tahu bagaimana caranya mencapai tujuan.

Apapun tujuannya, setiap perempuan wajib tahu bahwa yang dibutuhkan adalah menghilangkan semua alasan-alasan yang dimiliki untuk tidak menghidupkan potensi terbaiknya. Ketika hal tersebut bisa diatasi, wanita perlu mengadopsi perilaku yang dapat mendukung pencapaian tujuan. Setelah itu, wanita perlu menumbuhkan keterampilan yang akan memungkinkan pertumbuhan profesional dan pribadi.

Berbagai hal yang biasanya dijadikan alasan untuk tidak mengejar mimpi dan memaksimalkan potensi dibahas dalam buku ini. Menurut Rachel, semua alasan ini bisa dilawan dan dihilangkan, sehingga setiap wanita bisa mulai mengembangkan kebiasaan yang dapat membantu pengembangan diri dan mendukung pencapaian tujuan. Selain membangun kebiasaan yang baik, buku ini juga berisi tentang bagaimana untuk mulai mengembangkan ketrampilan termasuk ketrampilan dasar untuk mencapai tujuan. Ketrampilan ini tidak dibawa sejak lahir tapi bisa diajarkan dan dipelajari dan bisa digabungkan dengan strategi pencapaian tujuan. Termasuk didalamnya: planning,  dedicated determination, optimism, confidence.

Wanita cenderung merasa malu ketika memiliki mimpi-mimpi. Terlalu memikirkan apa yang kira-kira dipikirkan orang atas mimpi mereka atau bingung bagaiman caranya menjadikannya nyata. Untungnya, setiap wanitabisa membuang alasan-alasan ini, berhenti meminta maaf, dan mengikuti jalannya menuju kesuksesan dan kebahagiaan.

Berikut beberapa poin dari buku ini:

  1. Keinginan untuk” selalu menyenangkan orang” adalah hambatan yang harus diatasi bagi wanita untuk memenuhi potensi penuh mereka.
  2. Mengatur dengan sedemikian rupa waktu untuk memenuhi tujuan sangat penting
  3. Ketakutan atas “tidak cukup” (waktu, tenaga, resource, dll) adalah alasan utama bahwa wanita tidak mengejar impian mereka.
  4. Keunikan wanita adalah kekuatannya.
  5. Berfokus pada satu tujuan pada satu waktu, adalah kunci untuk bekerja lebih efektif.
  6. Setiap wanita membutuhkan bantuan untuk mencapai tujuannya.
  7. Mengidentifikasi prioritas memudahkan untuk mengatakan “tidak” pada permintaan yang tidak diinginkan.
  8. Memiliki peta jalan untuk bekerja menuju tujuan membantu wanita mencapai tujuan dengan lebih efisien.
  9. Memilih optimisme adalah unsur utama untuk sukses.

Hmm, menarik sekali ya? Supaya pengetahuan dan kecakapan yang didapatkan lebih lengkap dan paripurna, yuk baca bukunya! Sila kunjungi toko buku terdekat di kota anda (atau cukup melalui online bookstore )!

Salam,

/anggita

Leave a Reply

1 Comment